November 22, 2006
Penyalaan Lima Juta Lampu Minyak Tradisional Masuk MURI
Penyalaan Lima Juta Lampu Minyak Tradisional Masuk MURI GORONTALO, – Festival Tumbilotohe Penyalaan Lima Juta Lampu masuk Museum Rekor Indonesia (MURI).
Festival Tumbilotohe, yang merupakan tradisi masyarakat Gorontalo dalam menyambut Idul Fitri, resmi dibuka pada Jumat (20/10) malam oleh Gubernur Gorontalo, Fadel Muhamad, serta pihak yang mewakili Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI.
Kegiatan yang diprakarsai oleh PT HM Sampoerna dan Pemerintah Provinsi Gorontalo itu digelar secara spektakuler. Para warga beramai-ramai menyalakan lima juta lampu minyak tradisional di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut merupakan lambang pencerahan bagi umat muslim dalam menyambut Lailatul Qadar.
Salah satu anggota tim MURI, di Gorontalo, Jumat (20/10), mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan survey ke seluruh wilayah Provinsi Gorontalo serta menyatakan secara resmi bahwa kegiatan itu tercatat dalam MURI dengan nomor urut 2186/MURI/X/2006. lampu tradisional yang bersinar di Gorontalo malam ini mencapai 6.892.900. Itu artinya melampaui jumlah yang telah ditargetkan, yakni lima juta lampu.
Gubernur Gorontalo, Fadel Muhamad, menjelaskan bahwa tradisi Tumbilotohe merupakan aset yang potensial untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata, baik untuk para pelancong dalam negeri maupun para turis luar negeri.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Jero Wacik mengutarakan bahwa pihaknya telah menjadikan Tumbilotohe calendar event tetap di Provinsi Gorontalo. kegiatan spektakuler seperti Festival Tumbilotohe memiliki makna yang sangat besar, dengan menggabungkan antara religi dengan budaya serta mampu menyatukan para warga Gorontalo.
Provinsi Gorontalo, yang baru berdiri lima tahun, juga akan ditetapkan sebagai daerah tujuan baru pariwisata, menyusul dicanangkannya program Desa Wisata di daerah tersebut.
Festival Tumbilotohe, yang membutuhkan kurang-lebih 700 kiloliter minyak tanah untuk menyalakan lampu tradisional, dilaksanakan oleh empat kabupaten dan satu kota se-Provinsi Gorontalo. Setiap kepala keluarga (KK) menyalakan sedikitnya 25 mata lampu.
Selain Festival Tumbilotohe, di Provinsi Gorontalo ada pula Festival Bunggo (meriam tradisional dari bambu), Festival Musik Sahur serta pemasangan lampu minyak raksasa berdiameter tiga meter dan tinggi lima meter.
Sebelumnya, Provinsi Gorontalo pernah mencetak rekor MURI, yaitu melalui kegiatan makan sup jagung atau milu siram secara massal.
